HALBAR – Gelaran Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 yang digelar dengan meriah di Desa Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat, resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, pada malam hari Sabtu (20/6). Acara penutupan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Wakil Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, jajaran Forkopimda dan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat, perwakilan Kementerian Pariwisata, serta wisatawan mancanegara.
Dalam Sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi tulang punggung masa depan kehidupan masyarakat. Berbeda dengan sumber daya alam yang memiliki batasan ketersediaan, pariwisata yang dijiwai oleh kebudayaan dan sumber daya manusia memiliki potensi kelestarian yang abadi.
“Negara-negara yang telah maju menunjukkan perkembangan pesat berkat sektor pariwisata yang berkembang baik. Karenanya, investasi terbaik untuk masa depan kita adalah mengembangkan pariwisata. Festival Teluk Jailolo sendiri berperan sebagai instrumen krusial untuk memastikan peradaban budaya kita terus berkembang dengan optimal,” paparnya.
Beliau menambahkan, pertumbuhan sektor pariwisata akan memberikan dampak positif yang menyebar ke berbagai sektor lainnya. Wisatawan yang berkunjung ke Maluku Utara datang bukan hanya untuk menikmati keindahan alam, melainkan juga untuk menyaksikan kekayaan budaya dan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan melalui ajang tahunan seperti Festival Teluk Jailolo.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi penuh upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat yang telah berhasil mengangkat Festival Teluk Jailolo hingga diakui secara nasional dan masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN).
Sarbin juga memuji langkah inovatif Pemkab Halmahera Barat yang memilih Desa Dodinga sebagai lokasi pusat pelaksanaan festival tahun ini. Menurutnya, Festival Teluk Jailolo tidak harus selalu berpusat di wilayah Teluk Jailolo semata, melainkan dapat digilir ke daerah lain seperti Ibu, Loloda, atau desa-desa lainnya di Halmahera Barat pada tahun mendatang.
Beliau mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menyempurnakan ekosistem pariwisata masa depan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi digital. Hal ini sangat penting untuk menyebarkan informasi terkait potensi pariwisata Maluku Utara hingga ke tingkat global.
“Bapak-bapak dari Kementerian Pariwisata serta para wisatawan mancanegara tidak perlu ragu untuk mengunjungi Maluku Utara, termasuk Desa Dodinga yang telah membuktikan diri sebagai tuan rumah yang luar biasa,” tegasnya.
Maluku Utara memiliki modal sosial yang kokoh, dengan keberagaman etnis yang terjalin erat dalam semangat Mari Moi Ngone Futuru (Bersatu Kita Kuat), serta warisan sejarah yang dikelola oleh empat Kesultanan. Potensi besar ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipelihara dan dikembangkan.
Wagub juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Desa Dodinga yang telah menyambut para pengunjung dengan hangat dan ramah.
Selain itu, Sarbin mengimbau masyarakat untuk terus mempererat tali persatuan dan kesatuan guna mendukung kelancaran pembangunan di Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Barat. Memanfaatkan momen Piala Dunia yang berlangsung tahun ini, beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikannya sebagai dorongan untuk membangkitkan prestasi olahraga di Maluku Utara.


