HALSEL – Niat baik Gubernur Maluku Utara, Serly Tjoanda, untuk memajukan daerah tampaknya justru terkendala oleh lingkaran terdekatnya sendiri. Proyek pembangunan jembatan bernilai miliaran rupiah diketahui terhenti di tengah jalan, padahal anggaran sebesar 30 persen sudah dicairkan. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jalur darurat yang sulit dilalui.

Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara, Sartono Halek, menegaskan bahwa proyek Jembatan Ake Busale di ruas jalan Saketa–Dehepodo, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, dikerjakan oleh pihak yang dikenal sangat dekat dengan Gubernur Maluku Utara.
“Siapa yang tidak tahu kedekatan (FA) alias Oppo dengan Gubernur? Ironisnya, justru orang terdekat inilah yang dinilai tidak mendukung penuh keberhasilan program pembangunan yang digagas Ibu Gubernur,” tegas Sartono.
Sartono menyampaikan, Berdasarkan data yang dihimpun di pemberitaan sejumlah media lokal, proyek tersebut memang telah berhenti total sejak akhir Mei 2026. Pekerjaan yang menelan nilai kontrak sebesar Rp3,311 miliar ini dilaksanakan oleh CV Wosso Mobon, sebuah perusahaan konstruksi yang beralamat di Jalan Hasan Rakib, Soagimalaha, Kota Maba, Halmahera Timur.
Informasi lapangan, kata Sartono, perusahaan tersebut digunakan sebagai wadah oleh (FA) sosok yang disebut orang dekat Gubernur dan dialah yang mengendalikan sepenuhnya pelaksanaan proyek tersebut.
Dokumen kontrak menunjukkan pekerjaan resmi dimulai setelah perjanjian ditandatangani pada 25 Februari 2026. Tak lama kemudian, tepatnya pada 10 Maret 2026, pembayaran uang muka sebesar 30 persen atau setara Rp993.557.100 telah dicairkan.
Namun, hingga akhir Juni 2026, progres fisik baru mencapai sekitar 15 hingga 20 persen. Pekerjaan yang terlihat hanya sebatas pengecoran tiang sumuran dan persiapan pondasi abutmen. Sejak menjelang perayaan Idul Adha lalu, lokasi pembangunan tampak sepi tanpa aktivitas maupun tenaga kerja.
Upaya konfirmasi kepada FA melalui pesan WhatsApp pada Senin (01/7/2026) belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.


