SOFIFI, sn-news.net — Pernyataan Gubernur Maluku Utara dalam rapat paripurna yang menyatakan DPRD telah menyetujui rencana pinjaman daerah Rp 500 Miliar Tahun Anggaran 2027 diklarifikasi oleh Nazlatan Ukhra Kasuba, Anggota DPRD Maluku Utara sekaligus Ketua Komisi I Fraksi Gerindra. Ia menilai pernyataan itu keliru.
Menurut Nazlatan, meskipun kemungkinan‑kemungkinan pinjaman dibahas dalam kerangka KUA‑PPAS, usulan tersebut masih berada di tahap diskusi internal setiap fraksi. Hingga saat ini Fraksi Gerindra, Demokrat, PKS dan fraksi‑fraksi lainnya belum mengambil keputusan bersama. Pernyataan “lampu hijau” dari anggota dewan non‑pimpinan dianggap klaim terlalu dini, bukan keputusan resmi lembaga DPRD.
“Saya belum menemukan pernyataan resmi Ketua DPRD yang menyatakan persetujuan. Yang ada baru gambaran dan skema pemerintah provinsi untuk berkomunikasi kepada masyarakat. Karena nilai pinjaman sangat besar, kita harus bertahap dan berhati‑hati agar tidak menanggung beban yang menyulitkan di masa depan,” tegasnya.
Di lingkungan Fraksi Gerindra pembahasan berjalan berimbang. Ada sisi positif untuk mempercepat pembangunan, namun masih muncul banyak pertanyaan: apakah percepatan itu nanti benar‑benar meningkatkan pendapatan daerah sehingga hutang dapat dilunasi, serta apa arah sebenarnya dari proposal pemerintah provinsi yang sedang ditelaah.
Nazlatan menyoroti peluang dana program pusat seperti Jembatan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, koperasi desa, bantuan kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan. Dana‑dana itu dapat masuk ke daerah jika kepala daerah melakukan identifikasi data yang jelas dan melakukan lobi yang tepat. Ia memberi contoh pembangunan jalan dari dana pusat umumnya lebih baik dan tahan lama.
“Jangan terus‑terusan berpikir untuk berutang. Kita harus menyesuaikan diri dengan peluang program pusat saat ini. Jika data sudah siap dan lobi dilakukan dengan baik, persoalan infrastruktur dapat diselesaikan bersama antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Nazlatan. Sampai saat ini Fraksi Gerindra masih mendiskusikan alasan mendasar munculnya usulan pinjaman tersebut dan belum menetapkan sikap akhir.




