MALIFUT Gapi72 – Warga Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, semakin geram dengan janji-janji manis pemerintah daerah terkait pembangunan jalan Panaburu. Ruas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat petani di Malifut ini tak kunjung diperbaiki, membuat warga merasa diabaikan dan dipermainkan.

Antho 36 tahun, salah satu warga Desa Tahane, mengungkapkan bahwa jalan Panaburu adalah akses utama bagi masyarakat dari desa Tomabaru, Tahane, Sosol, Samsuma, hingga Matsa. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas pertanian dan perekonomian warga Malifut.
“Jalan Panaburu ini sangat penting bagi kami. Kalau jalan ini rusak, bagaimana kami bisa mengangkut hasil pertanian kami? Bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan hidup kami?” ujar Antho dengan nada kesal.
Ironisnya, janji perbaikan jalan Panaburu ini bukan kali ini saja diumbar. Di masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, Frans Manery, janji serupa juga pernah dilontarkan, namun tak pernah terealisasi. Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Piet Babua, janji yang sama kembali diulang, kali ini melalui Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad saat kampanye.
“Dulu Pak Frans Manery janji mau bangun jalan ini, tapi bohong. Sekarang Pak Piet Babuah juga sama saja, cuma janji-janji palsu. Sudah satu tahun mereka berkuasa, tapi jalan Panaburu masih hancur,” tegas Antho.
Warga Malifut merasa sangat kecewa dan marah dengan sikap pemerintah daerah yang seolah-olah tidak peduli dengan nasib mereka. Jalan Panaburu yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan, justru dibiarkan rusak parah dan menjadi penghalang bagi kemajuan ekonomi masyarakat Malifut.
Antho dan warga Malifut terutama masyarakat lima desa tersebut berharap agar Pemerintah Daerah segera sadar dan merealisasikan janji-janji politiknya. Pembangunan jalan Panaburu bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga harapan dan masa depan masyarakat Malifut.


