GAPI, HALUT – Banjir dan longsor yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara memutus total akses transportasi setelah dua jembatan utama ambruk. Ribuan warga di 22 desa terisolasi akibat meluapnya sungai dan longsor yang dipicu hujan deras berkepanjangan.
Banjir tercatat berdampak pada 22 desa yang tersebar di lima kecamatan, dengan jumlah korban terdampak mencapai 1.568 kepala keluarga atau sekitar 6.539 jiwa.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Galela Utara: Desa Limau, Dodowo, Bibisingo, Tutumololeo, dan Togasa. Kecamatan Galela Selatan: Desa Igobula, Soakonora, Togawa, Galela, dan Soasio. Kecamatan Kao Barat: Desa Somaetek, Tugiis, Parseba, Bailengit, Pitogo. Kecamatan Loloda Utara: Desa Asimiro, Doitia, Ngajam, Darume, Worimoi, dan Podol.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (6/1) menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi ini memicu banjir serta longsor di sejumlah titik, hingga merusak infrastruktur jembatan penghubung antarwilayah.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara saat ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk penanganan bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan meminta bantuan satu unit kapal untuk mendistribusikan logistik kepada korban bencana. Permintaan tersebut sudah direspons,” ujar Piet.
Ia menambahkan, pendistribusian bantuan dilakukan melalui jalur laut, karena akses darat masih belum dapat dilalui akibat kerusakan infrastruktur.
“Kapal yang membawa logistik melalui jalur laut sudah bergerak,” pungkasnya. (luy)


