TERNATE, – Fraksi Hanura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara mengangkat kekhawatiran terkait kinerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipimpin Wa Zaharia. Dalam pandangan resmi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025, dinas tersebut dinilai belum menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan secara efektif serta berdampak nyata bagi ekonomi kerakyatan
Dalam dokumen yang dikutip ideapublik, Fraksi Hanura menyatakan bahwa berbagai program yang dilaksanakan masih bersifat administratif dan seremonial, tanpa dukungan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kemandirian pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Beberapa persoalan mendasar yang ditemukan antara lain: banyaknya koperasi tidak aktif yang belum ditata secara serius, program pembinaan yang tidak memiliki arah jelas, akses permodalan, pelatihan, pendampingan, dan pemasaran yang dilaksanakan secara asal-asalan, pengawasan yang lemah berpotensi penyalahgunaan program, serta data UMKM yang tidak akurat dan tidak terintegrasi. Selain itu, dinas juga dinilai tidak mampu menyampaikan LKPJ secara maksimal dan menjelaskan dampak program secara konkret.
“Kondisi tersebut mencerminkan lemahnya kapasitas manajerial dan perencanaan pada Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga program yang dijalankan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil dan pelaku usaha daerah,” tulis bagian dari dokumen Fraksi Hanura.
Atas hal tersebut, Fraksi Hanura merekomendasikan kepada Gubernur Sherly Tjoanda Laos untuk melakukan evaluasi total terhadap kinerja dinas terkait, termasuk melakukan pergantian Kepala Dinas dan Kasubag Perencanaan yang dianggap tidak menunjukkan profesionalisme dan tidak mampu membangun sistem pembinaan yang efektif.
“Reformasi kelembagaan di sektor koperasi dan UMKM harus segera dilakukan agar program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan menciptakan UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tegas Fraksi Hanura.


