TERNATE, SN – Baru saja dilantik dan resmi mulai menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara yang baru, Roberthus Melchisedek Tacoy, langsung menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan pembangunan di wilayah ini. Ia memastikan setiap penggunaan keuangan negara berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Roberthus saat dikonfirmasi awak media di Ternate, Kamis (13/8/2026), tak lama setelah tiba di bumi Maluku Utara untuk memulai amanat barunya.
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan pihak kejaksaan tidak hanya mencakup proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah semata, melainkan juga seluruh program yang menerima dukungan atau bantuan dari pemerintah pusat.
“Guna mendukung program pembangunan di Maluku Utara, kami pastikan setiap kegiatan pembangunan — baik yang menggunakan anggaran daerah maupun bantuan dari pemerintah pusat — dilaksanakan secara tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat biaya. Semuanya harus benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegas Roberthus.
Ia menegaskan bahwa setiap pembangunan yang dibiayai uang negara wajib berorientasi pada kemanfaatan rakyat. Penggunaan anggaran pun harus dipastikan sepenuhnya sesuai tujuan dan peruntukan yang telah ditetapkan.
Lebih jauh, Kajati baru ini juga menyinggung adanya sejumlah persoalan maupun tunggakan yang masih menyertai proses pembangunan yang berjalan di Maluku Utara. Meski belum merinci nama proyek maupun permasalahan secara spesifik, ia memastikan penanganan atas hal tersebut sedang berjalan dan akan diinformasikan kepada publik pada waktunya.
“Mengenai tunggakan-tunggakan dalam proses pembangunan yang ada saat ini, nanti rekan-rekan media akan mengetahui sendiri bagaimana proses akhirnya,” ujarnya.
Roberthus Melchisedek Tacoy resmi dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai Kajati Maluku Utara, menggantikan Sufari yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Kedatangannya di Ternate pada Kamis pagi itu disambut langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara maupun Kota Ternate.
Ia pun menjalani prosesi adat Joko Kaha atau injak tanah — sebuah tradisi penyambutan tulus masyarakat bagi tokoh baru yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah Maluku Utara.
Sebagai pimpinan baru Kejati Maluku Utara, Roberthus menegaskan bahwa dukungan dan pengawasan terhadap pembangunan akan menjadi salah satu pilar utama tugas kejaksaan ke depannya. Fokus utamanya adalah memastikan pengelolaan keuangan negara taat aturan, dan setiap rupiah yang dikelola benar-benar mewujudkan kesejahteraan rakyat Maluku Utara.




