BerandaDaerahDi Bawah Kepemimpinan Sherly Tjoanda,  Program Kampung Nelayan Mandiri Mulai Dijalankan

Di Bawah Kepemimpinan Sherly Tjoanda,  Program Kampung Nelayan Mandiri Mulai Dijalankan

TERNATE, SN – Setelah berhasil mewujudkan swasembada pangan karbohidrat, perhatian pemerintah kini beralih sepenuhnya untuk meningkatkan taraf hidup para nelayan. Langkah besar segera dijalankan: membentuk 2.000 Kampung Nelayan Mandiri lengkap dengan berbagai sarana penunjangnya, guna mengangkat pendapatan dan nilai tukar pelaut yang selama ini masih tertinggal dibandingkan kelompok petani.

Kebijakan strategis ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai memimpin Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pangan bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Ternate, Rabu (5/8/2026).

“Ini adalah arahan langsung Bapak Presiden. Tahun lalu kita berhasil mencapai swasembada pangan karbohidrat. Maka tahun ini, fokus kita berubah: kita bertekad mengentaskan kemiskinan di kalangan nelayan,” tegas Zulkifli.

Ia menyoroti adanya ketimpangan yang masih terasa: saat ini nilai tukar petani padi telah mencapai angka 127, sementara nilai tukar nelayan baru berada di angka 103. Oleh karena itu, dalam kurun waktu satu tahun ke depan, pemerintah menargetkan menaikkan angka tersebut hingga menyentuh 120, agar kesejahteraan para pelaut sejajar dengan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kawasan Kampung Nelayan Mandiri nantinya akan dilengkapi fasilitas lengkap dan vital: mulai dari gudang pendingin (cold storage), pabrik es, bengkel perahu, balai lelang ikan, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Semua disiapkan agar hasil tangkapan tetap segar, mutu terjaga baik, dan harga jual yang diterima nelayan pun menjadi lebih layak.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga mendirikan Koperasi Nelayan Merah Putih. Lembaga ini memiliki peran penting sebagai penampung hasil tangkapan ketika harga pasar sedang turun, sehingga nelayan tidak dirugikan. Hasil tangkapan yang diserap koperasi pun nantinya akan disalurkan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, diharapkan pendapatan nelayan di Maluku Utara ikut meningkat signifikan, terbuka lapangan kerja baru di kawasan pesisir, dan roda ekonomi masyarakat pesisir pun semakin berputar kencang.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular